Blogger Widgets

Friends


counter

Wednesday, February 4, 2015

My Blind Mom is My Savior

From beginning Mom is there to clean sticky fingers, weap away tears and kiss away boo ~boos.. Through the years she softens life's inevitable blows and sheds her light of kindness along life's pathway. Thanks Mom !



"Tuhan, mengapa Kau berikan ku sesosok ibu dengan satu mata? Mengapa aku lahir tanpa Ayah? Mengapa Tuhan?" itulah doa yang selalu kupanjatkan setiap malam. Aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA yang hanya merupakan tukang jahit. Matanya tidak ada satu. Aku benar-benar sangat malu. Ibu berkata bahwa ayahku yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga telah meninggal sejak aku masih bayi.....

Waktu terus berjalan, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku. Tidak boleh ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Aku lebih mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja tanpa memperhatikan ibuku yang bekerja siang dan malam menjahit pakaian untuk dijual demi melangsungkan hidup kami.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuat kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah sambil membawa bekal makan siang untukku. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku "Anakku... ini ibu bawakan bekal kesukaan mu. Mengapa beberapa hari ini kau tidak pulang?" . “Mau ngapain ibu ke sini? Aku tidak butuh bekal itu. Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku! Lebih baik ibu pergi sekarang” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi sambil membawa pulang bekal kesukaanku. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” . Pertanyaan tersebut membuatku semakin membenci ibuku.

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah Universitas di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku, seorang yang selalu menghalangi kemajuanku.

Di Universitas itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. 

Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses. Aku menikah dan memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiranku. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.

Hari berganti hari, aku belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta, kurus dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Dia datang menemuiku. Entah dari mana dia tahu tempat tinggalku sekarang. Aku pun terkejut melihatnya. Namun istriku yang tepat berada disebelahku merasa iba melihat ibuku dan mengajaknya masuk untuk menyantap makanan terlebih dahulu.

Aku pun melarang nya dengan alasan takut kalau ternyata dia adalah penjahat yang menyamar menjadi pengemis. Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “Hei pergilah kau pengemis! Kau membuat anakku takut!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “Maaf...saya salah alamat..”

Tanpa merasa bersalah, aku masuk ke dalam rumah.

Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Pastinya, aku ingin menghadiri pesta reuni tersebut dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. 


AKu pun menghadiri reuni tersebut dan berhasil membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.

Pesta Reuni telah selesai. Saat mengemudikan mobil mewahku , lintas dipikiranku untuk melewati rumah ibuku sebelum pulang ke rumah mewahku sekarang. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Terdapat beberapa foto kecil ku saat aku menangis, saat bersama ibuku yang bertebaran di lantai. Namun aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana. Tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.


Namun, mataku terpaku pada sebuah amplop putih diatas mesin jahit yang biasa dipakai ibuku untuk mencari nafkah. Aku bergegas menuju mesin jahit tersebut dan membuka amplop tersebut. Ternyata isinya adalah sebuah kertas yang ditulis oleh ibuku.


"Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku.
Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi.
Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu yang ibu punya.
Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.
Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.
Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.
Dan akupun sangat bahagia saat kau bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.

Walau kau telah menghinaku, membenciku, mengusirku bahkan membentakku, aku tetap mengasihimu, nak. Doaku tiada henti agar kau dapat menjadi orang sukses di kelak hari dan melihat dunia luas.
Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena ku yakin cepat atau lambat aku akan meninggalkan dunia ini untuk selamanya karena di umurku yang semakin lanjut terlalu banyak penyakit yang ada ditubuhku ini. Kau, anak ku yang sangat ku kasihi, satu-satunya yang ku miliki ku selalu berdoa supaya Tuhan selalu beserta mu dan menjaga mu.


Dari ibu yang sangat menyayangimu"

...............
Tetes demi tetes air mataku jatuh diatas lantai rumah kumuh ditempat aku berdiri. Aku terdiam. Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri.... Aku harus mencari nya dan memohon maaf kepada ibuku...

Lalu aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”.........

Berita tersebut membuat hatiku hancur bagai petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku. Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ibu bermata satu yang merupakan penyelamatku, sekarang sudah tiada. 


END



"Ibu adalah Pahlawan yang Tak memiliki Sayap. Pengorbanan-nya itu tulus, tidak mengharap balasan. Dialah penyemangatku yg selalu menyayangi aku dengan setulus hatinya."





Saturday, January 3, 2015

This is ordinary things and motivation only.. Try them.. Your feeling will be comfortable and you will say "THANKS GOD" :)

1. Di tempat tidurmu, saat membuka mata di pagi hari, bersyukurlah kamu masih diberi napas dan kesempatan untuk melewati satu hari lagi.

bersyukur dan bahagialah saat membuka mata
bersyukur dan bahagialah saat membuka mata 
Bangun di pagi hari adalah kesempatan pertamamu untuk mengucap kata syukur. Ingat betapa kamu sangat beruntung masih bisa membuka mata dengan keseluruhan panca indramu yang masih bekerja secara sempurna. Bukankah itu merupakan anugerah yang sepantasnya selalu disyukuri dan mampu membuatmu bahagia?
Masih bisa membuka mata di pagi hari untuk kemudian bernafas dan menggunakan panca inderamu adalah nikmat yang tak terkira yang kamu terima hari ini. Kamu masih diberi kesempatan untuk melewati satu hari lagi. Gunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya, karena kamu tidak akan pernah tahu kapan si Empunya Hidup akan menyudahi kesempatan yang Dia beri padamu.


2. Ketika melahap sarapan, makan siang, makan malam hingga camilan, ingatlah bahwa kamu tak hanya masih bisa makan: kamu masih bisa makan enak.

bahagialah saat menikmati makananmu
bahagialah saat menikmati makananmu
Makan adalah kebutuhan pokok manusia. Makan juga sudah menjadi rutinitas dan bagian dari kegiatan sehari-hari. Hal ini sering membuatmu lupa bahwa kamu adalah orang yang tergolong berkecukupan karena masih mampu memenuhi kebutuhan panganmu saban harinya. Kamu lebih sering bersungut-sungut karena nasi atau lauk yang terhidang tak sesuai dengan selera. Membuang makanan pun menjadi hal yang biasa demi mengatasnamakan perut yang sudah kekenyangan.
Ingatkah kamu bahwa banyak orang di belahan dunia lain yang harus rela puasa makan? Atau mungkin orang dari golongan ekonomi ke bawah yang harus puas melahap nasi dengan garam demi supaya perut mereka terisi? Mulai sekarang buka mata dan hatimu supaya kamu mampu melihat betapa nyaman dan nikmatnya hidupmu selama ini melalui makanan yang kamu cecap. Apalagi jika ternyata kamu bisa memilih makananmu sendiri. Apalagi, jika ternyata makananmu tak hanya membuat perutmu kenyang, namun juga lidahmu senang.


3. Bahagia memiliki sesuatu untuk makan, kamu akan lebih bahagia lagi punya penganan untuk dibagi. Memberi secuil makananmu kepada kucing atau anjing liar yang ada di jalanan tidak membuatmu merugi.

rasakan bahagianya ketika memberikan makanan kepada mahkluk hidup lain
rasakan bahagianya ketika memberikan makanan kepada mahkluk hidup lain
Pernahkah kamu menemui kucing atau anjing liar di sekitaran tempat tinggalmu? Apakah mereka mendekatimu dengan tampang mengiba mengharap secuil makanan? Bagikanlah makanan yang kamu punya kepada mereka. Berbagi dengan mahkluk hidup lain yang menjadi penduduk di bumi mampu membuatmu bahagia.
Kebaikanmu yang sederhana ini mampu membuatmu bersyukur bahwa kamu terlahir sebagai manusia. Kamu mempunyai derajat tertinggi di dunia, dan kewajiban mahkluk dengan derajat tertinggi adalah melindungi mahkluk lain yang tak punya daya. Rasakan dari lubuk hati yang paling dalam betapa kamu merasa lega dan bahagia ketika memberikan sedikit makanan kepada hewan.


4. Memberikan bangkumu kepada ibu hamil di transportasi umum akan membuat hatimu lega. Tidak perlu jadi superhero untuk membantu sesama, kamu bisa menjadi pahlawan dengan cara paling sederhana.

kamu bisa menjadi pahlawan dengan cara sederhana
kamu bisa menjadi pahlawan dengan cara sederhana 
Bahagia yang sederhana juga bisa kamu dapatkan ketika kamu dengan rela hati memberikan bangkumu kepada ibu hamil atau orang tua renta yang sedang berdiri di dalam bus atau kereta. Kelegaan dan kehangatan akan menyeruak ke dalam batinmu. Kamu akan menyadari bahwa kamu masih berguna untuk orang lain.
Bukankah hidup jadi lebih bermakna dan berarti jika kita sebagai manusia saling menolong? Bukankah bahagia itu ketika menyadari bahwa kamu masih bermakna bagi orang lain?


5. Cobalah membeli koran dengan uang 10 ribuan tanpa minta kembalian. Ternyata kamu tidak perlu kaya-raya untuk jadi dermawan.

kamu tidak harus kaya untuk berderma
kamu tidak harus kaya untuk berderma 
Berderma tidak harus ketika kaya raya. Kamu bisa berderma kapan saja dengan uang yang kamu punya. Membeli koran tanpa menuntut kembalian akan membuatmu merasa berlega hati karena bisa sedikit berbagi. Anggaplah itu sebagai jerih payah si penjual koran karena sudah berpeluh dan berpanas-panasan membawa dagangannya. Dia juga sudah berjasa menyampaikan informasi lewat koran yang dijajakannya.
Berbagi sedikit uang kepada mereka yang lebih membutuhkan akan membuatmu merasa lega dan bahagia karena ternyata kamu lebih bercukupan daripada mereka.


6. Rasa hangat bisa menyeruak seketika saat membuka buku diari lama. Betapa masih terasa dekatnya masa lalu, betapa sudah banyak berubahnya dirimu.

membaca buku diary lama
membaca buku diary lama 
Buku diari lama juga bisa berjasa demi membuatmu bahagia. Kesederhanaan dari membaca buku diari lama akan membawa atmosfer nostalgia ke dalam hari-harimu. Perasaan bahagia akan tersisip di sela hatimu ketika kamu menyadari bahwa sudah banyak hal baik yang kamu terima sampai detik ini. Hal buruk yang terjadi di masa lalu juga mampu mengukir senyum di wajahmu, karena kamu mampu bertahan melewati hal buruk itu sampai saat ini.


7. Berbagi canda dengan sahabat lama bisa memahat senyum di sisa harimu. Ternyata kamu masih memiliki seorang kawan untuk diajak berbagi kehidupan.

tertawa bersama sahabat lama
tertawa bersama sahabat lama 
Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada berbagi tawa dan canda bersama sahabat. Momen sederhana ini akan menyadarkanmu bahwa kamu cukup berarti karena masih memiliki orang-orang terdekat untuk diajak berbagi. Tidak ada yang lebih membahagiakan di dunia ini ketika kita menyadari bahwa kita cukup berharga bagi orang lain.


8. Ketika malam yang dingin datang, segelas cokelat panas dan selimut akan membuat hatimu meremang. Kamu akan bersyukur betapa kamu masih punya tempat berteduh sehingga tidak kedinginan.

bersyukurlah dan bahagialah kamu memiliki tempat aman untuk bernaung
bersyukurlah dan bahagialah kamu memiliki tempat aman untuk bernaung
Bahagia juga bisa kamu temui ketika kamu berselimut di malam hari. Rasa bahagia akan terselip di relung hatimu ketika kamu menyadari bahwa ternyata kamu masih memiliki tempat untuk bernaung dan tidak kedinginan di luaran sana. Kamu dapat merapal syukur karena kamu masih memiliki tempat yang hangat untuk menghabiskan malam.

Ucap syukur itu perlu kamu rapalkan tiap waktu, karena ternyata, banyak dari momen-momen sederhana setiap harinya yang mampu membuka mata bahwa kamu adalah orang yang bahagia:)

Sunday, December 28, 2014

COSPLAY OF ME

Konbanwa minna san.. I wanna share few of my pict when i wear cosplay's costume at some events.. 

1. Hellofest 2013 as Kanade Tachibana

2. AFAID 2014 as Neko. The costume i bought 2days before afaid event bcause there was a problem zzz. i really wanna be "neko K-project", but unfortunatelly the costume was brokent :'( . So, i wear it as replace of my "neko k-project" costume.. Hmm so far, i think im not bad when wear the replaced costume lol

HELLO RILAKKUMA !!!!!

3. HelloFest 2014 as Emperor at Day 1, and Maid at day 2
-Day 1



-Day 2


SEE YOU FOR NEXT EVENT~~~ Actually for afaid 2015.. Byebyee

Saturday, December 27, 2014

Dont Judge Book By it's cover


Pada suatu hari, seorang pria tua dan seorang gadis muda usia 25 tahun naik kereta. Mereka duduk berhadapan dengan pasangan pria dan wanita muda. Saat kereta berjalan, gadis muda itu tampak sangat bahagia, seperti anak kecil yang  baru pertama kali merasakan sensasi naik kereta.

"Ayah ayah.. lihat! Pohon-pohon itu berjalan ke arah belakang kita," ujar si gadis muda.

Fenomena itu tentu merupakan hal biasa ketika sedang berada di kendaraan. Namun si gadis tampak sangat antusias, tingkahnya seperti anak-anak.

"Ayah ayah lihat!" ujarnya lagi sambil menunjuk langit, "Awan-awan itu bergerak mengikuti kita,"

Sang pria tua tersenyum melihat tingkah putrinya. 

Hal berbeda ditunjukkan dua pasangan yang duduk di depan mereka. Mereka berdua menatap gadis muda itu dengan pandangan aneh. Mereka berpikir bahwa tingkah gadis itu sangat aneh. Di usia 25 tahun masih bertingkah seperti anak-anak. Bahkan balita juga tahu jika sedang naik kereta, pohon akan tampak seolah berjalan ke belakang dan awan tampak seolah mengikuti.

"Kenapa Anda tidak membawa anak Anda ke dokter?" tanya salah satu pasangan. Dia memberikan tatapan kasihan pada gadis muda itu. Mereka berpikir gadis muda itu mengalami kelainan perilaku atau kelainan psikologis.

Sang pria tua hanya tersenyum.

"Saya sudah membawa putri saya ke dokter, sesaat setelah dia lahir. Dokter memberi tahu saya bahwa dia buta," ujar sang pria. "Beberapa waktu lalu putri saya menjalani operasi mata dan berhasil. Ini adalah pertama kalinya dia melihat dunia melalui matanya,"


.......................

Sadar tidak kalau makin hari, kita menjadi manusia yang sering menilai dan menghakimi seseorang begitu saja? Melihat orang melakukan hal-hal yang menurut Anda aneh, Anda langsung men-judge seenaknya atau bahkan menertawakan. Padahal, setiap orang punya kisah dalam hidupnya. Bisa jadi kisah itulah yang membuatnya melakukan hal 'aneh', namun siapa tahu, kisah di balik keanehan itu luput dari jangkauan Anda. 
Sangat mudah bagi kita untuk menilai seseorang tampak aneh, bodoh, tidak sopan, kurang ajar dan sebagainya. Namun apakah semua itu membuat Anda lebih baik dari mereka? Tidak juga. Karena setiap orang punya cerita dalam hidupnya, kadang mereka juga punya luka. Mungkin Anda mengetahui nama saya, tapi Anda tidak mengetahui tentang cerita saya. ;)


Thursday, May 22, 2014

Behind of Mathematics

Cobalah berpikir..
1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?


Karena :
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH


1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +


2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya :
+ x – = -
- x + = -


3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :

- x – = + 



" Setiap orang mempunyai kesalahan masing masing namun alangkah malang nya jika ia terpuruk dan tidak mau bangkit lagi. Ambil lah manfaat dari kesalahan yang di lakukan, dan bangkit lah kembali karena orang suskes tidak akan menyia-nyiakan sebuah kesempatan"
by : @miekoVika_


Friday, March 7, 2014

Cerita Sebutir Pasir



Aku adalah sebutir pasir di tepi sebuah pantai.
Tidak ada yang istimewa dari diriku, selain di injak-injak.
Anak-anak dan orang dewasa senang mempermainkan aku. Aku seringkali di lempar kesana kemari. Terkadang mereka membentukku menjadi sebuah istana pasir yg megah.

Aku bangga ketika itu, tapi kemudian mereka menghancurkan aku lagi.
Yah, aku benar-benar tidak berharga.

Pada suatu hari, aku berkata kepada TUHAN :
" aku sudah bosan seperti ini ,TUHAN...
Di injak-injak, dilempar kesana kemari, di hancurkan... aku cape !
Izinkanlah aku menjadi sesuatu yg berharga " rengekku pada-NYA.
Setiap hari aku meminta, tetapi tidak terjadi sesuatu apapun.
TUHAN diam, DIA seolah-olah tidak mendengarku.
Akupun mulai kecewa.

Ketika air laut sedang pasang, tanpa sengaja aku terbawa arus.
 Dan entah apa yang terjadi, aku tidak tahu. Tapi yang pasti, aku tiba-tiba berada dalam suatu benda yang gelap dan berbau amis. Aku ingin keluar dari benda itu, tapi tak bisa. Lendir-lendir amis itu melilitku.
Aku protes pada TUHAN.

" TUHAN, aku ingin menjadi sesuatu yang berharga, bukan berada dalam benda gelap dan amis seperti ini. "... Jeritku pada-NYA.

Aku pun mulai menghitung hari. Hari-hariku terasa kelam., aku sudah lelah...entah sampai kapan aku berada dalam benda ini.
Aku bertanya lagi... tapi TUHAN tetap diam.

Suatu hari terjadi, benda itu di angkat dari laut . Aku bisa merasakanya. Tapi aku tidak tahu, apa lagi yang akan terjadi.
Benda itu mulai di buka dan mereka mengambil aku. Aku pasti di lempar lagi.
Tapi... ada yang berbeda kali ini, mereka memandang aku dengan kagum, dan memegang aku dengan  sangat hati-hati ada binar bahagia terpancar dari wajah mereka.

" ada apa ini, TUHAN ?" ,tanyaku...

Dan kali ini TUHAN menjawab:
 "bukankah kau ingin menjadi sesuatu yang berharga? kau sekarang bukanlah "sebutir pasir" lagi, yang di injak dan di lempar kesana kemari. Kau sekarang adalah "sebutir mutiara" ,kau sangat berharga sekarang.
 Anak-KU, AKU sengaja menyuruh air laut membawamu dan memasukan kamu ke dalam kerang dan menyuruh kerang membungkusmu dengan lendir amisnya. 
AKU sengaja tidak menjawabmu.
 Anak-KU, AKU mengasihimu "
 
"God's plan is better and greater than any plan we've ever made for ourselves" - Hebrews 11:40 
 
 
 
 
 

Monday, February 17, 2014

Let Me Go...


Tok Tok Tok..
“Masuk aja bi, pintu nya gak dikunci kok” Sahutku sembari duduk melihat matahari yang mulai terbenam.
“Maaf non, waktunya makan malam. Yang lain sudah ngumpul dibawah.” Ucap Bi Sumi
“oke, ceri turun sebentar lagi. Makasih bi.” Kataku sambil mencari tongkat yang selama 16 tahun ini menggantikan fungsi kaki ku.
Cheryl Fukada. Ya itulah namaku yang sehari-hari dipanggil "ceri". Aku mempunyai saudara kembar yang bernama Chelsea Fukada. "Cesi" adalah nama panggilannya. Kehidupan Cesi jauh lebih beruntung dibanding aku. Cesi memiliki wajah yang cantik dan normal, lengkap dengan kedua kaki dan tangan yang berfungsi dengan baik. Namun aku terlahir dengan kondisi cacat dengan kedua kaki yang lumpuh 100%. Mama dan Papa sangat menyayangi Cesi dan lebih memperioritaskan nya dibanding aku. Cesi selalu mendapat lebih daripada aku, apalagi kondisi Cesi yang gampang sakit dan tidakboleh kecapean yang membuat mama dan papa selalu khawatir padanya.
Bi Sumi  adalah seseorang yang merawatku sejak lahir. Bagiku, ia sudah seperti Ibu kandungku. Dirumahku, hanya Bi Sumi yang peduli dengan keadaanku. Disaat aku sakit, hanya ia yang selalu repot menyiapkan obat, hanya ia yang tahu betapa sedihnya aku melihat Cesi dimanja, dipeluk dan dicium oleh papa mama, tapi mereka tidak pernah melakukannya padaku. Aku ingin merasakan kebahagiaan seperti Cesi ya Tuhan.
****

“Kita makan apa hari ini, Ma?” tanyaku ke Mama dengan mata yang mengarah ke meja makan.
“Liat aja sendiri. Punya mata kan?” Jawab Mama ketus.
“Aku kan cuma tanya. Ini mama yang masak?”
“Iya, mama mu yang masak dibantu sama cesi. Tuh liat dong si Cesi.. Pintar dan rajin.. Emangnya kayak kamu! Males, kerjaan nya dikamar mulu! Tidurr mulu.." Sela Papa
Aku pun terdiam.. "Andai aku bisa jalan tanpa kedua tongkat ini dan tidak cacat seperti ini, mungkin aku pasti bisa lebih rajin dibanding Cesi, pa..." Kataku dalam hati.
"Maaf pa, ma" - hanya kata itu yang bisa aku keluarkan.
Nafsu makan aku pun hilang seketika. Kemudian aku bergegas naik keatas meninggalkan Mama, Papa dan Cesi yang sedang asik makan. Padahal sebenarnya maagku kambuh dan rasanya sangat perih. Tapi lebih perih lagi disaat aku tak pernah mendapatkan kasih sayang dari semua orang yang aku sayangi.

****

Matahari menjelma masuk kedalam kamarku hingga aku terbangun karena silaunya yang menerpa mataku.
“Ohayou gozaimasu” ucapku pada diri sendiri,
Aku bergegas mandi dan memakai pakaian putih abu sekolahku. Bi Sumi telah menyiapkan bento kesukaan ku.
“makasih ya Bi, Ceri sayang Bibi.” Ucapku dengan tulus padanya
“iya non, Bibi juga sayang banget sama non Ceri, semangat ya Non sekolahnya.” Sahut bi Sumi menyemangati.
Aku dan Cesi berbeda sekolah. Papa menyekolahkan Cesi disekolah terfavorit, sedangkan aku hanya disekolah biasa yang jauh berbeda dari sekolah Cesi. Uang jajan Cesi 3x lipat lebih banyak dari aku sehingga ia tidak perlu repot membawa bekal dari rumah. Sedangkan aku...Jika aku tidak disiapkan bekal oleh Bi Sumi, aku tidak akan bisa menabung karena uangnya pasti habis untuk satu kali makan dan minum.
****

Waktu seakan berjalan dengan sungguh cepat, kini saatnya pembagian hasil belajar siswa. Aku dan Cesi termasuk salah satu siswi pintar di sekolah kami masing-masing. Kebetulan tanggal pembagian raport Cesi sama seperti tanggal pembagian raport ku.
“Ma, besok ambilin raport Ceri ya.” Pintaku
“Mama mau ambil raport Cesi, abis itu mama ada meeting sama orang kantor. Suruh Papa aja.” Jawab Mama.
“Pa, ambilin raport Ceri ya!” pintaku pada Papa.
“Besok pagi papa harus ke Luar kota, malam baru pulang" Jawab papa yang sedang mengetik dilaptop .
“oh gitu ya.” Balasku dengan kecewa.

Aku hanya bisa menangis sendirian didalam kamar. Tidak ada satu orangpun yang mau mengambilkan raportku. Jalan terakhir adalah Bi Sumi. Dan tentu saja ia sangat mau mengambilkan raportku.
“Gimana bi hasilnya?” tanyaku dengan penasaran
“Non Ceri peringkat 1 non.” Ucap bi Sumi dengan semangat.
“hah? Beneran bi?” sahutku tak kalah semangat.
"Ternyata usahaku tak sia-sia. Ini adalah ke 3x nya aku mendapat peringkat 1 lagi. Papa dan Mama pasti senang mendengarnya." -pikirku.
****

Aku tak sabar menunggu Papa yang sedang diluarkota , Mama yang sedang meeting dan Cesi yang sedang hangout sama teman-temannya.
 Setibanya mereka dirumah, tepatnya saat selesai makan malam....
"Papa, Mama.. Aku dapat peringkat 1 lho! Selama ini aku belajar untuk dapat hasil maksimal dan bisa buat papa mama bangga." Ucap ku.
“Ah, lebay kamu cer.. Aku juga dapat peringkat 1 disekolah, tapi aku biasa-biasa aja tuh" Sambung Cesi.
“Iya, lagipula peringkat 1 disekolah Ceri pasti Peringkat terakhir disekolah Cesi.” Ledek Ayah padaku.

Aku kecewa, benar-benar kecewa karena prestasi yang kuraih tak penah dihargai sama sekali. Dengan kecewa aku berlari menuju kamarku, kuratapi semua ketidakadilan ini.
“oh Tuhan, kuatkan aku!” pintaku

****
Keesokan hari, aku melihat sebuah mobil hitam parkir didepan pintu gerbang rumah ku. Dan ternyata itu adalah Felix. Ya, itu adalah teman ku sewaktu SD. Saat duduk dibangku Sekolah Dasar, aku dan Cesi sekolah di SD yang sama. Ternyata sekarang Cesi pacaran sama Felix. Oh My God, padahal Felix adalah First love aku. Aku cinta pada pandangan pertama padanya, namun aku sadar.. Siapa aku? Cuma cewek lumpuh dan cacad. Wajar saja dia lebih memilih Cesi daripada aku. Orangtua ku sendiri saja membenci aku, apalagi Cowok tampan seperti Felix? Pastinya jijik dengan aku. Air mata pun mulai membasahi pipiku.
***

Hari berganti hari. Tampaknya kondisi Cesi mulai memburuk, dimana wajahnya sering terlihat pucat dan bibir yang membiru. Singkat cerita, Dokter bilang bahwa ginjalnya sudah benar-benar rusak. Yang aku tahu, kini ginjalnya hanya satu setelah setahun yang lalu satu ginjalnya sudah diangkat. Sedangkan aku masih mempunyai dua ginjal.
“Usahakan dengan secepat mungkin diadakan pencangkokan ginjal Pak” beritahu dokter pada Papa.

Aku mengetahui kejadian itu dan aku sangat menyayangi Cesi. Dia pantas hidup lebih lama dibanding aku. Masih ada Papa, mama, Felix dan teman-teman lain yang menyanyangi nya. Seperti hal yang telah kukatakan, kehidupan Cesi jauh lebih beruntung karena banyak sekali orang yang menyayanginya. Aku akan mendonorkan kedua ginjalku pada Cesi, tapi aku tak ingin ada yang tahu semuanya. Karena aku tidak mau mama dan papa akan menyayangiku karena bersimpati denganku yang telah memberikan satu ginjal pada saudaraku. Aku hanya ingin kasih sayang tulus dari mereka, entahlah bagaimana caranya agar aku mendapatkannya.


Aku bohong ke papa dan mama kalau sekolah ku mengadakan acara di luar kota sehingga kemungkinan 1minggu aku tidak ada dirumah. Aku pun mendonorkan ginjal ku kepada Cesi dan memohon kepada dokter untuk tidak memberitahu orangtua ku siapa pendonor ginjal Cesi.
“siapa yang mendonorkan ginjalnya Dok?” Tanya papa.
“entahlah, pendonor itu tidak mau diberitahu namanya. Bahkan ia memberikan dua ginjalnya dengan gratis pada Cesi. Dia benar-benar berhati malaikat.” Jawab dokter.
 ..............
“andaikan kalian tahu kalau itu aku? Apakah aku akan diberi penghargaan dari Papa?” gumamku dari kejauhan
****

Beberapa jam sebelum operasi pencangkokan dilakukan, aku menulis sebuah surat. Aku akan meninggalkan mereka semua. Rasanya, aku sudah sangat lelah dengan hidupku sendiri. Sesudah selesai ku tulis, surat itu kutitipkan pada Bi Sumi. Aku menyuruh bi Sumi memberi surat itu ke mama papa jika Cesi sudah pulang dari rumah sakit. Akupun berangkat menuju rumah sakit untuk segera menjalani operasi.


****

Seminggu kemudian. . . .
“akhirnya kamu sembuh juga sayang. Mama khawatir banget sama kamu sejak kamu dioperasi. Untung ada pendonor itu.” Ucap Mamanya dengan penuh kasih sayang.
“Dan Happy Birthday Cesi…” ucap semua orang serentak
“Makasih ya semuanya. Aku senanggg banget. Oya, Ceri mana ya Ma? Hari ini kan ulang tahun kami” Sahut Cesi.
“Ceri lagi keluarkota ada acara disekolahnya..” Jawab Mamanya.
“Nyonya, kemarin Minggu lalu Ceri nitip ini untuk tuan dan nyonya” Kata Bi Sumi dengan berlari menuju kearah mereka.

Dan beberapa menit kemudian sudah tiba dengan membawa sepucuk surat.
“ini surat dari Non Ceri sebelum pergi.” Beritahu Bi Sumi.

"Untuk Mama dan Papa

Mama,papa. Mungkin saat kalian membaca ini, aku sudah tidak ada didunia ini lagi. Mulai sekarang uda ga ada lagi yang bikin mama papa stres, marah-marah dan kecewa. Maafin Ceri ya, mungkin kehadiran Ceri cuma bikin mama dan papa malu, kecewa. Tapi kalau Ceri boleh memilih, Ceri tidak mau dilahirkan kedunia ini daripada harus membuat mama papa malu mempunyai anak seperti Ceri, yang lumpuh, cacad, tidak berguna. Sekarang, semoga Papa, Mama dan Cesi bahagia yah. Aku yakin Cesi pasti lebih sehat dengan kedua ginjalku yang saat ini ada ditubuhnya. Maafin Ceri karna udah berbohong sama mama papa tentang acara sekolah ku yang sebenarnya tidak pernah ada. Makasi udah mengizinkan Ceri hidup selama 17 tahun kurang 1minggu ini.

Cheryl Fukada-"




the end